Lintas Sejarah 12 Mei : Universitas Nasional San Marcos, universitas tertua di Amerika Selatan, didirikan di Lima, Peru.

1551 – Universitas Nasional San Marcos, universitas tertua di Amerika Selatan, didirikan di Lima, Peru.

Universidad Nacional Mayor de San MarcosUNMSM– (bahasa Indonesia: “Universitas Nasional San Marcos“) atau San Marcos ialah sebuah perguruan tinggi negeri di Lima, Peru. Didirikan pada tahun 1551 dan merupakan perguruan tinggi tertua di Amerika. Bagian tertua perguruan tinggi ini ada di daerah yang sekarang menjadi pusat kota Lima, namun aktivitas akademisnya sendiri ada di ruangan yang disebut Ciudad Universitaria (kota universitas).

Universitas ini dianggap oleh banyak orang Peru sebagai institusi paling dihormati di negeri ini dalam hal pendidikan tinggi, dan juga sebagai perguruan tinggi utama untuk penelitian ilmiah.

1941 – Insinyur Jerman Konrad Zuse menampilkan Z3, komputer otomatis pertama yang dapat diprogram, di Berlin.

Komputer Z3 buatan Konrad Zuse adalah mesin otomatis pertama yang dapat diprogram ulang dan dapat berfungsi secara bebas. Mengamati ciri-cirinya, Z3 bisa dianggap sebagai sebuah komputer.

Z3 dibuat dengan 2.200 pemancar, mempunyai frekuensi waktu sebesar ~5–10 Hz, dan panjang kata sebesar 22 bit. Perhitungan dengan Z3 dilakukan dalam aritmetika titik mengambang dengan biner (binary) penuh. Mesin ini diselesaikan pada 1941 (pada 12 Mei tahun tersebut, Z3 berhasil dipresentasikan kepada para ilmuwan di Berlin). Z3 yang asli dihancurkan pada tahun 1944 pada saat pengeboman Berlin oleh pihak Sekutu. Sebuah replika yang berfungsi penuh dibangun pada tahun 1960-an oleh perusahaan aslinya Zuse KG dan dipertunjukkan untuk umum yang permanen di Deutsches Museum. Pada 1998 Z3 terbukti Turing-complete.

1998 – Tragedi Trisakti, di mana 4 mahasiswa Universitas Trisakti meninggal setelah ditembak oleh aparat keamanan pada saat berdemonstrasi di depan kampus Trisakti yang akhirnya menyulut Kerusuhan Mei 1998.

Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan, pada 12 Mei 1998, terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta, Indonesia serta puluhan lainnya luka.

Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie. Mereka tewas tertembak di dalam kampus, terkena peluru tajam di tempat-tempat vital seperti kepala, leher, dan dada.

Latar belakang dan kejadian

Ekonomi Indonesia mulai goyah pada awal 1998, yang terpengaruh oleh krisis finansial Asia. Mahasiswa pun melakukan aksi demonstrasi besar-besaran ke gedung DPR/MPR, termasuk mahasiswa Universitas Trisakti.

Mereka melakukan aksi damai dari kampus Trisakti menuju gedung DPR/MPR pada pukul 12.30. Namun aksi mereka dihambat oleh blokade dari Polri–militer datang kemudian. Beberapa mahasiswa mencoba bernegosiasi dengan pihak Polri.

Akhirnya, pada pukul 17.15 para mahasiswa bergerak mundur, diikuti bergerak majunya aparat keamanan. Aparat keamanan pun mulai menembakkan peluru ke arah mahasiswa. Para mahasiswa panik dan bercerai berai, sebagian besar berlindung di universitas Trisakti. Namun aparat keamanan terus melakukan penembakan. Korban pun berjatuhan, dan dilarikan ke RS Sumber Waras.

Satuan pengamanan yang berada di lokasi pada saat itu adalah Brigade Mobil Kepolisian RI, Batalyon Kavaleri 9, Batalyon Infanteri 203, Artileri Pertahanan Udara Kostrad, Batalyon Infanteri 202, Pasukan Anti Huru Hara Kodam seta Pasukan Bermotor. Mereka dilengkapi dengan tameng, gas air mata, Styer, dan SS-1.

Pada pukul 20.00 dipastikan empat orang mahasiswa tewas tertembak dan satu orang dalam keadaan kritis. Meskipun pihak aparat keamanan membantah telah menggunakan peluru tajam, hasil otopsi menunjukkan kematian disebabkan peluru tajam.

lebih lengkap lihat di semanggipeduli.com

2008 – Gempa bumi Wenchuan (sekitar 8.0 SR) terjadi di Sichuan, yang menewaskan lebih dari 69.000 jiwa.

Gempa bumi Sichuan 2008 adalah gempa berkekuatan 7,9 skala Richter (awalnya dilaporkan 7,8 oleh USGS) dengan episenter di Wenchuan, Sichuan, RRC yang terjadi pada 12 Mei 2008 pada pukul 14.28 waktu setempat (06.28 GMT). Dilaporkan bahwa getaran gempa terasa hingga Bangkok, Thailand.[1]

Menurut laporan resmi pemerintah RRC, jumlah korban meninggal dunia mencapai 14.866 jiwa per 14 Mei 2008.[2] Gempa ini adalah gempa bumi terparah di RRC sejak gempa bumi Tangshan pada tahun 1976 yang menewaskan 242.000 jiwa.

Pemerintah RRC menanggapi bencana ini dengan cepat. Dua jam setelah gempa tersebut terjadi, Perdana Menteri Wen Jiabao terbang ke daerah bencana.[3] Pada hari yang sama, militer RRC mengerahkan lebih dari 50.000 tentara untuk membantu misi penyelamatan. Palang Merah RRC mengirimkan 557 tenda dan 2.500 selimut ke Kabupaten Wenchuan. Yayasan Tzu Chi dari Taiwan menjadi tim bantuan luar negeri pertama yang diizinkan pemerintah RRC untuk mengirimkan tim bantuan ke kawasan bencana. Akses transportasi yang rusak akibat bencana serta kondisi alam di sebagian kawasan yang terkena dampak gempa masih membuat tim bantuan kesulitan untuk mencapai beberapa daerah yang kondisinya paling buruk.

Sumber wikipedia.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s